CFD Palembang Ditunda Usai Picu Macet, Wali Kota Evaluasi Penutupan Jembatan Ampera
Laporan Solok – CFD Palembang Ditunda Program Car Free Day (CFD) di Kota Palembang resmi ditunda sementara setelah pelaksanaannya memicu kemacetan parah di sejumlah ruas jalan utama. Salah satu titik yang paling terdampak adalah kawasan sekitar Jembatan Ampera yang menjadi pusat mobilitas warga.
Pemerintah kota kini melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk terhadap kebijakan penutupan akses kendaraan di Jembatan Ampera selama kegiatan berlangsung.
CFD Dihentikan Sementara
Seharusnya CFD menjadi ruang publik bagi warga untuk berolahraga dan bersantai tanpa kendaraan bermotor. Namun dalam praktiknya, terjadi penumpukan kendaraan di jalur alternatif yang menyebabkan kemacetan meluas.
Baca Juga: Survei LSI 92 Persen Orang Indonesia Merasa Tahu Pancasila
Dampak Penutupan Jembatan Ampera
Jembatan ini merupakan salah satu jalur utama penghubung wilayah di Kota Palembang.
Penutupan tersebut berdampak pada:
Pengalihan arus kendaraan ke jalur lain yang lebih sempit
Penumpukan kendaraan di beberapa persimpangan
Keterlambatan aktivitas warga
Kepadatan di pusat kota
Wali Kota Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Pemerintah kota Palembang menyatakan akan mengevaluasi total pelaksanaan CFD agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Evaluasi ini mencakup:
Pengaturan rekayasa lalu lintas
Waktu pelaksanaan CFD
Titik lokasi kegiatan
Dampak terhadap transportasi umum
Tujuan CFD yang Tertunda
Tujuan utamanya meliputi:
Mendorong gaya hidup sehat
Mengurangi polusi udara sementara
Memberi ruang interaksi sosial
Menghidupkan aktivitas ekonomi UMKM
Namun pelaksanaan di lapangan perlu penyesuaian agar tidak menimbulkan efek samping berupa kemacetan.
Keluhan Warga Terkait Kemacetan
Sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait kondisi lalu lintas saat CFD berlangsung. Banyak yang merasa aktivitas mereka terganggu akibat:
Waktu tempuh perjalanan yang lebih lama
Jalan alternatif yang padat
Kurangnya informasi rekayasa lalu lintas
Ketidaksiapan transportasi pengganti
Keluhan ini menjadi salah satu bahan evaluasi utama pemerintah kota.